Berani melawan arus

Sering kali sebuah kata mengandung banyak makna yang tidak sedikit diantaranya menafsirkan kearah sisi negatif yang meracuni sebagian orang untuk bersikap apatis dan pada akhirnya buang muka dan tidak perduli terhadap sekitarnya.

Ketika kalian semua membaca judul 'berani melawan arus' mungkin tidak sedikit yang akan negative thinking terhadapnya, tapi tunggu dulu guys. Mari kita lihat sejauh mana lo semua mampu menggali makna dari judul itu.

'Berani melawan arus'

Pertanyaannya adalah, arus yang mana ?

Kalo lo semua sudah sampai pada tahap penasaran. Tahan dulu. Mari kita lihat sejenak kenyataan di negeri kita tercinta ini, Indonesia.

Fakta 1 :
Indonesia adalah negara dengan populasi terbanyak ke-4 di dunia berjumlah 237,6 juta jiwa ditahun 2013 dan akan terus bertambah. (http://statistik.ptkpt.net/)

Fakta 2 :
 Jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 117,37 juta orang atau sekitar 88,34% dari total penduduk Indonesia. Pengangguran terbuka kita mencapai 7,7 juta orang. Sisanya terbagi dalam pekerja formal dan pekerja informal. Dan akan terus bertambah setiap tahun seiring jumlah kelulusan sekolah. (Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rena Usman)

Fakta 3 :
Jumlah penyerapan tenaga kerja dengan pendidikan SD ke bawah sebesar 65 juta orang atau sekitar 47%, SMP sebesar 20,5 juta orang atau 18%, diploma 2,9 juta orang atau 2,64%, dan sarjana sebesar 7,6 juta atau 6,83%. (BPS)

Ga munafik kalo kita berpikiran bahwa live is about money and career. Pernahkah kalian dicekoki kata-kata "Sekolah yang benar, biar dapat kerjaan yang benar" ?

Pasti pernah dan sudah sangat sering berulang-ulang mengiang di telinga kalian bahwa seakan-akan sekolah akan membawa anda pada kesuksesan secara pasti. Well guys, it's time to wake up, karena semua itu hanya mimpi belaka. Jika kalian lihat fakta kedua, kalian itu merupakan buih kecil dilautan yang sudah pasti tidak akan terlihat jika tidak menggunakan kaca pembesar. Kita adalah 1 dari 117,37 orang yang sedang mencari cara untuk bertahan hidup dengan cara mencari kerja.

Guys, kalian harus sadar bahwa kalian sekarang sudah berada dalam arus kehidupan yang kalian pikir itu wajar. Bahkan kalian berpikir bahwa hal itu tidak salah sama sekali.

Oke, sekarang gue akan bawa kalian untuk berpikir diluar nalar. Coba lihat di fakta 3, jumlah penyerapan tenaga kerja sarjana cuma sebesar 7,6 juta atau 6,83% dari total angkatan kerja yang bahkan ga bisa mengalahkan jumlah penyerapan tenaga kerja lulusan SD kebawah. So, apa kalian masih yakin kalo jadi sarjana menjamin kalian bisa kerja ?

Ada kesalahan dalam sistem pendidikan Indonesia yang terlalu memaksakan semua pengetahuan dalam kurikulum pembelajaran, akhirnya tidak ada fokus spesialisasi tertentu pada individu manusia Indonesia.
Someone told me that i must believe to 10.000 work hours. Guys jika kalian mau menjadi pribadi yang ahli paling tidak kalian harus menghabiskan 10.000 jam untuk benar-benar terjun didalamnya. Itu berarti jika kalian menekuni bidang tertentu selama 12 jam dalam sehari, kalian harus konsisten dalam waktu 2 tahun. Pertanyaannya adalah seberapa banyak orang yang benar-benar ahli didalam bidang tertentu sekarang ini ? Jawabannya sangat sedikit. Sebut saja Jubing Kristianto denga finger style guitar nya, Wedha Abdul Rasyid dengan WPAP nya, atau di In ternational seperti Mark Zuckerberg dengan facebook nya, Bill Gates dengan Windows nya, Steve Jobs dengan Apple nya atau juga didunia bisnis seperti Top Ittipat dengan Tao Kae Noi nya. Well terlepas dari siapa mereka semua kita bisa liat langkah apa yang mereka ambil dalam menentukan masa depannya.

Guys, kualitas seseorang dilihat dari sejauh apa visinya dan sebanyak apa misinya bukan hanya dalam konsep tapi dalam perbuatan sehari-hari. Kalian boleh tanya visi-misi kepada karyawan yang kalian temui dijalan, mungkin hanya sebagian kecil dari mereka yang bisa menjawab secara detil, sisanya kaan menjawab : "ya, saya punya uang buat makan besok aja udah syukur deh".

Manusia dalam tahap itu adalah manusia yang sudah terlalu jauh terbawa arus sehingga ia tidak tahu lagi kemana tujuan hidup terbesarnya.

Jika kalian membaca artikel ini, itu artinya kalian sudah terpanggil untuk bangun. Bangun dari keterpurukan, keluar dari kewajaran yang tak wajar. Itu semua adalah arus yang salah, jika kalian ingin masa depan yang indah maka mulailah mendesign masa depan kalian, susun visi misi sedetil mungkin bahkan sampai kalian tua dan bahkan jika kalian harus melawan arus.

Manusia yang berencana, Tuhan yang menentukan. Pertanyaannya, sudah sampai mana kalian berencana ? Bagaimana tuhan bisa menentukan kalau kalian belum punya rencana apapun.

Ingat, ikan salmon tidak pernah malu berenang melawan arus, karena di ujung arus itu tersimpan tujuan terbesar hidupnya.

Salam Salmonation !